Kisah Levina Memahami Diri dan Anak Lewat Human Design

Satu lagi cerita dari Sahabat Debisio tentang pengalamannya mengenal Human Design.

🌿 Dari Merasa Aneh Menjadi “Oh, Ternyata Memang Aku Begini”

Sebelum mengenal Human Design, Levina sering merasa dirinya berbeda. Ia merasakan siklus emosional yang naik turun, menikmati momen menyendiri namun juga mendambakan kehidupan sosial. Perasaan itu membuatnya sering bertanya-tanya: “Kenapa sih aku beda sendiri? Kenapa rasanya nggak ada yang seperti aku?”

Jawabannya datang lewat report Debisio Human Design Guide – DHDG.
Lewat analiss pribadinya, Levina menemukan bahwa ia adalah seorang Manifestor dengan emotional authority, dan memiliki profile 2/4—kombinasi energi dari sang hermit dan opportunist. Semua keraguan yang dulu terasa membingungkan, kini justru menjadi penegasan bahwa dirinya memang unik dan tak perlu dibandingkan.

“Setelah baca seluruh report-nya, jadi bisa bilang: ‘Oh ya memang saya seperti itu dan itu tidak aneh 😅’

👩‍👧‍👦 DSTS: Panduan Parenting yang Ringan, Penuh Makna

Setelah memahami dirinya lewat DHDG, Levina juga ingin memahami anak dan ponakannya dengan cara yang sama. Ia pun memilih DSTS, report Human Design khusus parenting dari Debisio.

Menurut Levina, salah satu hal yang paling membantunya adalah cara penyajian report yang ringan, visual, dan parents friendly. Penjelasan tentang sacral center misalnya, dimulai dengan pendekatan positif: super power anak. Baru setelah itu dibahas tantangannya—dengan bahasa yang tidak menakutkan, tapi justru menenangkan.

Report ini terasa seperti didampingi teman baik, yang tidak menggurui, tapi memberi panduan praktis untuk menghadapi dinamika anak sehari-hari. Fokusnya bukan mengubah anak, tapi memahami mereka secara utuh.

📝 Kesimpulan Levina tentang DHDG & DSTS

“DHDG dan DSTS keduanya akurat dan sesuai dengan siapa saya dan anak saya.
Di DHDG, penjelasannya lebih mendalam dan detail.
Di DSTS, bahasanya lebih ringan dan dirancang khusus dari sudut pandang orang tua.”

💛 Untuk Kamu yang Juga Ingin Memahami Energi Diri dan Anak

Cerita Levina adalah contoh nyata bagaimana Human Design bisa menjadi alat bantu yang membumi—bukan untuk menciptakan “versi ideal” dari seseorang, tapi untuk mengenali dan merangkul versi otentik yang sudah ada sejak lahir.

📘 DHDG membantu kamu mengenal siapa dirimu sebenarnya.
🌟 DSTS membantumu mendampingi anak tumbuh sesuai desain energinya.


Ingin tahu juga seperti apa desain anakmu?
📩 Cek DSTS sekarang—gunakan data lahir anakmu, dan biarkan Super Power mereka membimbingmu jadi support system terbaik.

Baca juga post ini di akun instagram Debisio ya

Projector Itu Pemalas? Ini Cara Kerja Projector yang Sebenarnya

Kalau kamu seorang Projector dalam sistem Human Design, kamu mungkin pernah dengar (atau bahkan mempercayai) label ini: "Projector itu gampang capek, nggak produktif, kurang effort dibanding tipe lain."Padahal kenyataannya bukan soal rajin atau malas — tapi soal...

Manifesting Generator Harus Bisa Multitasking? — Ini Faktanya

Kalau kamu seorang Manifesting Generator (MG) dalam sistem Human Design, kemungkinan besar kamu pernah dengar (atau bahkan mempercayai) satu hal ini: "Manifesting Generator itu jago multitasking, cepat, dan gampang bosan kalau cuma ngerjain satu hal."Tapi gimana kalau...

Apa Bedanya Astrologi dan Human Design?

Kalau kamu baru mengenal Human Design, ada satu pertanyaan yang hampir pasti muncul:"Ini sama aja kayak Astrologi, kan?"Wajar. Keduanya sama-sama menggunakan tanggal dan waktu lahirmu. Keduanya membantu kamu memahami diri lebih dalam. Dan keduanya sering disebut dalam...

Human Design dan Hubungan: Mulai dari Memahami Dirimu Sendiri

Human Design sering dikenal sebagai sistem untuk mengenal diri sendiri. Tapi ada satu dimensi yang sama pentingnya — dan sering terlewat: Bagaimana desainmu membentuk cara kamu berhubungan dengan orang lain. View this post on Instagram A post shared by Healing and...

Kenali Desainmu, Pahami Orang-Orang di Sekitarmu

Ada satu pertanyaan yang hampir semua orang pernah tanyakan — tentang pasangan, anak, orang tua, atau rekan kerja: "Kenapa mereka begitu ya?"Sering kali ada saja cara kerja, cara berbicara atau kebiasaan orang-orang terdekat yang terasa sulit dipahami — dan...

Sudah Banyak Belajar, Tapi Masih Ada yang Kurang? Baca Cerita Memma

Ada titik dalam perjalanan healing di mana kamu merasa sudah belajar banyak — meditasi, journaling, berbagai pendekatan eksplorasi diri — tapi masih ada sesuatu yang belum nyambung. Seperti puzzle yang hampir lengkap, tapi ada beberapa keping yang entah di mana....

Sering Merasa Sulit Dipahami? Mungkin Bukan Salahmu

Kamu sudah menyiapkan idenya matang-matang. Sudah dipikir, sudah dirangkai, sudah siap disampaikan. Tapi ketika bicara — lawan bicaramu malah terlihat bingung. Atau worse, tidak merespons sama sekali. Dan kamu pulang dengan pertanyaan yang sama: "Apa yang salah dengan...

Luka Itu Bukan untuk Disembunyikan, tapi untuk Disembuhkan

Ada luka batin yang tidak kita akui — bahkan kepada diri sendiri.Bukan karena kita tidak merasakannya. Justru karena kita merasakannya terlalu dalam. Jauh lebih mudah untuk menutupnya, melanjutkan hidup, dan pura-pura semuanya baik-baik saja. Tapi luka yang...

Inner Authority dalam Human Design: Kunci Ambil Keputusan yang Selaras

Pernah nggak, saat ambil keputusan penting terus nyesel belakangan? Atau sebaliknya — kelamaan mikir sampai kesempatan keburu lewat?Ternyata, ada alasan di balik pola ini, dan Human Design punya konsep khusus buat menjelaskannya: Inner Authority. Apa Itu Inner...

Sudah Pakai Logika, Tapi Keputusan Tetap Terasa Kurang Pas?

Kamu bukan orang yang sembarangan dalam mengambil keputusan. Kamu analisa. Kamu pikir matang-matang. Kamu pertimbangkan dari berbagai sisi. Tapi entah kenapa — hasilnya sering tetap terasa tidak pas. Atau kamu baru sadar belakangan bahwa ada sesuatu yang terlewat,...