Ada titik dalam perjalanan healing di mana kamu merasa sudah belajar banyak — meditasi, journaling, berbagai pendekatan eksplorasi diri — tapi masih ada sesuatu yang belum nyambung. Seperti puzzle yang hampir lengkap, tapi ada beberapa keping yang entah di mana.
Memma, seorang Projector, merasakannya.
“Kayak Dikasih Kunci Jawaban”
Memma bukan orang yang baru memulai perjalanan mengenal diri. Ia sudah belajar meditasi, mempelajari basic reiki, dan sudah mengenali beberapa lukanya. Tapi ketika ia membaca report Debisio Embrace Your Essence (DEYE), ada sesuatu yang berbeda:
“Jujur kaget — ini kayak dikasih kunci jawaban dari semua pertanyaanku selama belajar meditasi, belajar basic reiki, sudah tahu luka mana… dan kayak abis rontgen langsung ketahuan hasilnya.”
Bukan karena DEYE menggantikan semua yang sudah ia pelajari. Justru sebaliknya — DEYE memberi konteks yang menyatukan semuanya.
Seperti hasil rontgen: bukan alat yang menyembuhkan, tapi yang menunjukkan dengan jelas apa yang perlu disembuhkan.
Ketika Fase Hidup Terasa Berat Tanpa Penjelasan
Memma juga berbagi bahwa ia pernah melewati fase yang terasa sangat berat — capek, tapi ada kesadaran bahwa itu bagian dari proses:
“Menjelang 30, dirimu merasa hidup capek — tapi tau itu awakening, tau itu fase healing yang akan berlalu.”
Dalam DEYE, ada chapter khusus tentang Awakening — apa itu, mengapa fase ini bisa terasa menguras, dan bagaimana cara menghadapinya. Bukan untuk membuat kamu merasa fase berat itu “seharusnya mudah” — tapi untuk memberi pemahaman bahwa ada yang sedang bergerak dan bertumbuh di baliknya.
Memma juga menyebut bahwa proses penerimaannya sendiri bukan sesuatu yang instan:
“Proses penerimaan itu baru dimulai dari 2018 sampai sekarang — pengen terus apgred… sampai akhirnya terdampar di Debisio.”
Healing memang tidak linear. Dan tidak harus selesai dalam semalam.
Yang Membedakan: Ada Komunitas di Debisio
Sebelum menemukan Debisio, Memma pernah mencoba pendekatan Human Design dari tempat lain:
“Saya pernah test Human Design personal tapi ga ada grup sharing-nya.”
Di Debisio, setiap member yang mendapatkan report-report Debisio juga mendapat akses ke grup WhatsApp khusus — ruang di mana orang-orang dengan perjalanan yang berbeda bisa saling berbagi, bertanya, dan mendukung satu sama lain. Budin pun aktif hadir di sana, merespons pertanyaan-pertanyaan yang muncul.
“Makasi Budin… sudah memberi fasilitas bertumbuh.”
Karena perjalanan mengenal diri memang paling bermakna ketika tidak dilakukan sendirian.
DEYE Juga Bisa Jadi Panduan untuk Orang Lain
Satu hal yang Memma sebutkan dan jarang disadari:
“Juga kayak guide book buat ‘mendidik’ anak karena keyword-nya cukup relate.”
Pemahaman tentang desain diri tidak hanya berlaku untuk diri sendiri — tapi juga membantu kamu memahami orang-orang di sekitarmu dengan lebih baik. Termasuk anak-anak, pasangan, atau orang-orang yang kamu sayangi.
Tiga Langkah Healing Debisio
Perjalanan Memma mencerminkan pendekatan healing yang kami percaya di Debisio — bahwa healing adalah proses berlapis yang bisa dijalani secara bertahap:
Langkah 1 — Mulai dari tools gratis: praktikkan 5 aktivitas self-healing di eBook “Menuju Keselarasan”, termasuk KRAI.
Langkah 2 — Kenali desainmu: ikuti Strategy dan Authority Human Design-mu melalui Debisio Human Design Guide (DHDG).
Langkah 3 — Selami lebih dalam: lakukan kontemplasi dengan panduan Debisio Embrace Your Essence (DEYE) — untuk memahami luka genetik, reaksi emosional terdalam, tantangan hidup, dan awakening-mu.
Tidak harus sekaligus. Tidak harus sempurna. Mulai dari yang paling ringan dulu.
Kalau Kamu Juga Merasa “Hampir Tapi Belum Nyambung”
Kalau kamu sudah cukup lama di perjalanan ini — sudah belajar, sudah eksplorasi — tapi masih ada sesuatu yang terasa belum terjawab:
Mungkin yang kurang bukan ilmunya. Tapi konteks yang menyatukan semuanya.
Embrace Your Essence bisa jadi keping puzzle yang selama ini kamu cari.
👉 Kenali Dirimu Seutuhnya → DEYE
📌 Testimoni ini dibagikan dengan izin oleh Memma, member komunitas Debisio.